mya



Free Widgets

Rabu, 19 Mei 2010

Mudah Lupa, Inilah Penyebabnya

Mudah Lupa, Inilah Penyebabnya
Selasa, 18 Mei 2010 | 10:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pernahkah Anda lupa? Misalnya lupa membawa dompet atau lupa tempat menyimpan telepon seluler, lupa mengunci pintu rumah atau lupa mematikan kompor? Jika Ada pernah mengalaminya, jangan cemas dulu. Penyakit lupa merupakan hal wajar.

Untuk Anda ketahui, susunan otak kita terdiri dari dua unsur sel. Yang pertama adalah sel neuron. Sel yang biasa juga disebut sebagai sel saraf ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi.

Sel saraf ini juga mengantar informasi-informasi dari dan ke tubuh kita. Sel saraf inilah yang mengendalikan ingatan, perhatian, persepsi, pertimbangan, bahasa, dan kesadaran kita. Jumlahnya mencapai ratusan juta sel.

Sementara unsur sel yang kedua adalah glia. Sel yang juga dinamai sel schwann ini bertugas membuat selubung lemak untuk melindungi saraf. Sel glia juga bertugas memberi asupan nutrisi ke saraf.

Terkadang informasi-informasi tersimpan dalam saraf yang sama. Akibatnya, informasi itu saling bertumpuk atau informasi yang masuk terdahulu tertutupi oleh informasi baru.

Kenyataan itu yang disebut dengan lupa atau tidak ingat. "Tak peduli saat sehat atau sakit, lupa bisa terjadi kapan saja," terang Rocsky Situmeang, dokter spesialis saraf Siloam Hospital Karawaci, Tangerang.

Rocsky menjelaskan, secara umum, proses lupa bisa terjadi karena beberapa hal. Lupa bisa terjadi karena kegagalan pada proses pengodean suatu informasi.

Misalnya Anda kehilangan dompet karena lupa di mana menaruhnya. Hal ini bisa terjadi karena saat meletakkan dompet itu pikiran Anda sedang tidak terfokus. "Pikiran sedang mengembara ke hal yang lain," terang Mulyadi Tedjapranata, Direktur Medizone Clinic, Jakarta.

Jadi, saat Anda memasuki proses mengingat, saraf Anda tidak bisa memberikan informasi letak dompet itu. Justru yang muncul adalah informasi yang Anda pikirkan saat meletakkan dompet tadi. Pada tahap ini, yang terjadi adalah proses mengingat berlangsung secara benar, tetapi informasi yang masuk salah.

Lupa juga bisa terjadi karena informasi yang masuk ke saraf terlalu banyak. Contohnya saat belajar. Biasanya orang juga melakukan kegiatan lain, seperti ngemil atau mendengarkan musik.

"Konsentrasi akan terganggu karena informasi yang masuk cukup banyak dalam waktu bersamaan," jelas Rocsky.

Ilmu yang sedang Anda pelajari masuk bersamaan dengan teks lagu yang sedang Anda dengarkan. Lalu saat mengingat, informasi yang keluar bisa saja bukan soal pelajaran, tetapi teks lagunya.

Penyebab lupa yang lain adalah kegagalan fungsi otak. Otak tidak bisa menampung atau mengeluarkan informasi karena sel otak mengalami gangguan. Penyakit yang menyerang saraf biasanya mengakibatkan penurunan fungsi mengingat. Penurunan daya ingat ini biasa disebut demensia.

Menurut Mulyadi, penyakit demensia ini cukup berbahaya. Sebab, jika tak diatasi, bukan cuma fungsi mengingatnya yang turun, tetapi juga mental. "Akibatnya, tidak hanya dirinya sendiri yang akan merasakan, tetapi secara sosial ia juga akan terpengaruh," ujarnya. (Adi Wikanto)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

you can comments anything, but dont write pornographic, public victimization, violence, bad provocateur