mya



Free Widgets

Minggu, 25 Juli 2010

Jurus Bikin Awet Ban Motor

Jurus Bikin Awet Ban Motor
Minggu, 18 April 2010 | 09:25 WIB


KOMPAS.com — Usia pemakaian ban sepeda motor bisa diperpanjang bila ban bisa dijaga dan diperlakukan dengan benar. Adapun usia penggunaan secara maksimal adalah 1,5 tahun. Kelayakan pemakaiannya bisa dilihat dari alur dan diindikasikan dengan melihat batas tread wear indication atau TWI yang tertulis di sisi ban.

Mahar Marjono dan Dasori dari produsen ban di Indonesia menjelaskan penyebab kerusakan ban dan hal yang pantas diperhatikan oleh pemilik motor agar tetap menjaganya.

Mahar Marjono, Promotion Section Head PT Suryaraya Rubberindo Industries. memberi beberapa contoh perlakuan yang bisa memperpendek usia pakai ban. Pertama, tekanan angin tidak sesuai rekomendasi. Tekanan tidak pas, katanya, bakal memengaruhi kestabilan gerak motor. "Sebaiknya, tekanan diperiksa setiap 3 hari sekali," pesannya.

Kedua, kondisi peredam kejut. Periksa apakah di bagian ini ada kebocoran atau sudah lemah karena jika iya maka hal itu akan mengganggu keseimbangan tekanan bodi. Akibatnya, bodi motor jadi miring dan berat kendaraan bertumpu pada roda yang peredam kejutnya lemah sehingga ban tersebut cepat aus.

Bagi pengguna velg jari-jari, Anda disarankan untuk menggunakan rim tape. Fungsinya, melindungi ban dalam dari tusukan jari-jari.

Ketiga, Dasori, spesialis ban PT Gadjah Tunggal, menyarankan agar jangan terlalu sering menggunakan standar samping. Selain membuat ban sebelah kiri jadi tumpuan, perlakuan itu juga bikin peredam kejut kiri cepat rusak.

Keempat, pesan Mahar, jangan memarkir motor pada lokasi panas langsung. Karena material dasar ban, sinar ultraviolet yang langsung mengenai ban bisa mempercepat kekerasan ban. Akibatnya, ban jadi mudah getas.

Kelima, hindarkan ban dari kemungkinan terkontaminasi cairan kimia yang merusak, seperti oli dan bensin. Bila terkena, maka cepat bersihkan dengan air.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

you can comments anything, but dont write pornographic, public victimization, violence, bad provocateur