mya



Free Widgets

Selasa, 04 September 2012

Bisnis Lampu Beromzet Jutaan Rupiah Ini Berawal dari Hobi

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Jakarta - Menggeluti sebuah bisnis tak jarang dimulai dari sebuah hobi ataupun kesukaan seseorang. Misalnya usaha lampu hias unik yang ditekuni oleh Kuntoro dan rekannya.

Berawal dari ketertarikannya terhadap interior dan lampu hias, Kuntoro selepas bekerja dari Amerika Serikat (AS) kemudian mendirikan usaha lampu dekorasi buatan tangan yang unik.

"Karena saya suka interior dan bisanya kalau Natal saya suka yang warna-warni, dulu waktu saya di Amerika sering ada acara Natal ramai meriah jadi saya dasarnya beli lampu dari luar habis itu kenapa kok nggak bikin sendiri di Indonesia. Sudah saya bikin saja," ungkapnya ketika berbicang dengan detikFinance beberapa waktu lalu.

Usaha yang dijalani Kuntoro bersama rekannya semenjak April 2009 ini, menjual produk lampu hias berupa lampu tidur, lampu gantung, dan lampu korden dengan membidik pasar untuk memenuhi keperluan anak-anak dan home dekor. Sedangkan untuk penjualannya sendiri dilakukan melalui offline maupun online.

"Ada online, ada offline ada reseller juga. Serta galeri-galeri dari luar (dalam dan luar negeri)," tambahnya.

Pemuda yang lulusan sekolah pelayaran di Cikarang dan sempat bekerja 5 tahun di AS. Saat ini usahanya telah menghasilkan omzet penjualan mencapai Rp 40 juta per bulan dengan harga produknya berkisar Rp 10 ribu sampai Rp 7 juta.

"Dari Rp 10 ribu sampai paling mahal kita bikin pohon natal seharga Rp 7 juta," sambungnya.

Kuntoro juga menunturkan, ketika memulai usaha, ia hanya bekerja bersama seorang rekannya dari proses produksi sampai penjualan. Tetapi saat ini ia telah mempekerjakan 20 orang karyawan yang merupakan ibu-ibu di sekitar kantornya di Surabaya untuk terlibat dalam proses produksi pembuatan lampu hias ini.

"Dulu dua orang, saya dan partner saya. Kerja sendiri bikin sendiri serta dijual sendiri, sekarang tim ini di kantor saya itu ada 9 orang dan perajinnya ada 20 orang. Itu semuanya ibu-ibu yang dirumah nggak kerja jadi mereka diberdayakan, diajari kemudian dikasih bahan agar mereka bisa menghasilkan sesuatu lah," tambahnya.

Sebelum memfokuskan pasarnya ke dalam negeri, Kuntoro mengatakan jika di awal usaha, produknya lebih banyak ditujukan untuk memenuhi pasar ekspor daripada pasar dalam negeri. Kemudian dialihkan ke dalam negeri karena persyaratan yang begitu banyak untuk kebutuhan pasar ekspor.

"Dua tahun lalau kita sempat ekspor, cuma sekarang kita membidik lokal karena lokal banyak sekali minatnya jadi kita nggak main ekspor karena ekspor permintaan banyak bermacam-macam perlu elektrik dan sertifikatnya jadi kita nggak mau pecah perhatian kesana. Kita fokusnya ke lokal ke anak-anak," sambungnya.

Usaha yang dijalani oleh Kuntoro ini bukannya tanpa kendala. Banyak sekali kendala yang dihadapinya, mulai dari 'gesekan-gesekan' sampai sulitnya mengajari ibu-ibu agar terampil membuat produk.

"Banyak, ada kendala-kendala, ada gesekan kanan kiri, mulai usaha memang nggak gampang tapi kuncinya terus pantang menyerah saja, dalam satu masalah pasti ada jalan keluarnya," sebutnya.

Kuntoro juga tidak pelit berbagai kunci keberhasilannya. Ia mengatakan kunci keberhasilannya yaitu terus berinovasi dan membentuk tim yang solid. Selain itu kedepannya dia berencana membukan pabrik aksesoris Natal.

"Kedepannya mau buka pabrik aksesoris natal di Surabaya jadi nanti fokus ke Natal aja soalnya saya lihat di Indonesia belum ada," tutupnya.

Jika anda tertarik terhadap produk dari Light Craft ini anda bisa datang ke:
Jalan Jaya A2 No. 66 Surabaya atau mengunjungi www.light-craft.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

you can comments anything, but dont write pornographic, public victimization, violence, bad provocateur