mya



Free Widgets

Sabtu, 08 September 2012

Peluang Usaha Antar Jemput Asi Ibu

Peluang Usaha-oke.com
Antar Jemput ASI IBu 300x225 Peluang Usaha Antar Jemput ASI IBu
Peluang Usaha Antar Jemput ASI IBu
Bagi wanita karir yang sedang menyusui tentu mempunyai terkendala tersendiri dengan bayi dan pekerjaan. Di satu sisi mereka harus menyusui bayi  sebagai rasa kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya, di sisi lain mereka juga punya tanggung jawab dengan pekerjaan mereka.
Para ibu wanita karir sangat sulit membagi waktu untuk bayi mereka sebab kesibukan yang sangat padat. Namun sekarang di kota-kota besar seperti Jakarta sudah ada jasa antar jemput air susu ibu ( ASI ). Jadi asi di ambil dari seorang ibu di tempat kerja kemudian di kirimkan kerumah. Jadi mereka tetap bisa bekerja dan juga tetap bisa menyusui anaknya melalui jasa antar jemput ASI.
Antar jemput ASI ini menjadi Peluang Usaha yang sangat menarik, sebab peluang usaha antar jemput asi ibu hanya bermodalkan Sepeda motor, icebook, dan yang paling penting adalah kepercayaan. Jika anda berminat dengan usaha ini, maka anda harus bisa menjaga kepercayaan klien anda.
Arga Nirwana Express ( ANEX ) misalnya, ANEX menjalankan usaha jasa antar jemput bayi sejak tahun lalu. Dalam sehari ANEX rata-rata melayani 20 pengiriman ASI. “Selama 20 hari kerja kami sanggup melayani 300-an pengiriman,” kata Fikri Nauval, Direktur ANEX. Sekali antar, ANEX pasang tarif Rp 30.000 sehingga omzet perbulan mencapai Rp 9 juta hanya dari bisnis antarjemput ASI.
ANEX melayani pengiriman ASI seantero Jabodetabek. Segmen pasar mereka jelas para ibu kantoran yang memiliki balita. Daya tahan ASI yang singkat membuat maksimal pengiriman 2 jam sampai ke tempat tujuan. Agar kualitas ASI tidak berkurang, maka pengiriman dilakukan dengan sepeda motor plus kotak pendingin.
ANEX saat ini sudah mempekerjakan 45 kurir yang siap menjemput dan mengantar ASI. Mereka melayani sekitar 30 pelanggan yang membutuhkan layanan selama 4-6 bulan. ANEX juga membantu ibu-ibu yang bermasalah untuk mendapat donor ASI.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

you can comments anything, but dont write pornographic, public victimization, violence, bad provocateur