mya



Free Widgets

Selasa, 04 September 2012

Warung Komby Menerobos Krisis dengan Unik

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Jakarta - Krisis ekonomi kerap membikin takut seseorang untuk memulai bisnis. Namun dua lelaku muda ini nekat membuka usaha di saat ekonomi sedang muram.

Kenekatan keduanya membuahkan hasil, meski baru seumur jagung Warung Komby kini diminati banyak pelanggan.

Bukti Warung Komby disukai terlihat dari seratus orang lebih memenuhi duapuluh empat meja beralaskan tikar di depan bengkel Auto Fit di kawasan Kalimalang. Mereka bukan menunggu mobil diperbaiki tapi mereka sedang menikmati makanan yang mereka pesan.

Apa rahasinya si Warung Komby mulai banyak penggemar? Ternyata si pemilik memberikan sesuatu yang unik mengkolaborasikan modern dan tradisional. Rasa makanan yang enak, harga terjangkau dan ada fasilitas internet gratis.

Pukul 17.00-23.30 WIB adalah waktunya halaman bengkel yang biasa digunakan untuk memperbaiki mobil  disulap menjadi rumah makan bernama Warung Komby.

Warung Komby merupakan rumah makan yang baru dibuka 10 Januari 2009. Usaha ini didirikan oleh Yosep bersama dengan sahabatnya Martin. Nama Warung Komby pun merupakan kepanjangan dari Warung KOlaborasi Martin Bareng Yosep.

Memulai usaha di kala krisis merupakan pilihan berani yang dilakukan dua pria ini. Apalagi modal yang dikeluarkannya tak sedikit yaitu sebesar Rp 200 juta.

"Kami berpikir kalau krisis ini tidak boleh membuat kita takut. Peluang selalu ada, selama kita mau mencari sesuatu yang unik dan baru," ujar Yosep saat berbincang dengan detikFinance, Minggu (8/3/2009).

Ternyata keputusan yang diambil keduanya tidak salah. Meskipun terhitung baru, tidak sampai tiga bulan omsetnya hampir mencapai Rp 5 juta per hari, bahkan diakhir pekan omsetnya bisa dua kali lipatnya.

Hal ini berkat konsep unik yang mereka pilih yaitu mengkolaborasikan modern dan tradisional. Kolaborasi ini ditunjukan dengan pembeli boleh mengambil makan secara prasmanan, setelahnya mereka makan dengan lesehan di atas meja beralaskan tikar, piring yang digunakanpun terbuat dari anyaman rotan.

Begitupun dengan menu-menu makanan yang disajikan di sebuah mobil VW Komby ini sangat bervariasi mulai dari tempe, tahu, udang, cumi, paru, usus, ati ampela, daging ayam sampai  bebek yang bisa dipenyet, di goreng, di bakar atau kremes tergantung selera.

Minuman tradisional juga menghiasi daftar menu Warung seluas 20X40 meter ini. Mulai dari wedang jahe dingin, teh merah, teh jowo dan teh gila, soda gembira, es kopi tumpuk, wedang uwuh serta Cocosod (Cocopandan Soda). Dari segi harga, tidak akan menguras kantong mulai dari Rp  1.500-15.000

"Makanan yang paling laris disini  bebek bakar madu dan udang kremes. Kalau untuk minuman wedang jahe dan wedang wong," tutur Yosep.

Harga boleh murah, tapi kalau soal rasa jangan ditanya. Teguh salah seorang pelanggan Warung Komby mengakui kelezatan masakan di tempat ini.

"Disini makan nasi sama tempe saja sudah enak," kata Teguh yang mengaku hampir setiap pekan datang mengunjungi tempat ini.

Bagi Yosep dan Martin pelanggan merupakan aset mereka yang harus dilayani dengan baik. "Our costumer is the king. Bahkan kami menerima usulan, saran dan kritik dari pelanggan dan berusaha terus memperbaiki pelayan kami  sebab menurut kami, mereka adalah aset kami," ungkapnya.

Fasilitas lain bisa diperoleh pengunjung yaitu pelanggan bisa menggunakan Wi Fi secara gratis, sambil menikmati live music. Pada malam minggu, Yosep dan Martin membagi-bagikan mainan tradisional seperti layangan dan klotokan kepada anak-anak yang datang bersama orang tuanya.

"Dan bagi pengunjung di hari Senin hingga Jumat, mereka diberikan diskon hingga 20 persen," ungkap Yosep seraya berpromosi.

Saat ditanya kendala apa yang dihadapi saat menjalani bisnis barunya, sambil tersenyum Yosep menyebut faktor cuaca menjadi satu-satu kendala baginya.

"Cuma satu musuhnya yaitu hujan. Kalau gerimis ya bubar, maklum kan ini tidak beratap hehehe," jawabnya sambil terkekeh.

Warung Komby
Jalan Raya  Kalimalang Blok E No. 34 A, Jakarta Timur.
Buka setiap hari pukul 17.00-23.30 Wib.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

you can comments anything, but dont write pornographic, public victimization, violence, bad provocateur